Pemanfaatan Limbah Biji Nangka Menjadi Roti Tawar

Standar

GAMBARAN UMUM

1.      Aspek Pemasaran

1.1    Permintaan Pasar

Untuk permintaan pasar terhadap roti gandum pada saat ini cukup tinggi bila dibandingkan dengan bahan selain gandum yang dikarenakan khasiat gandum lebih baik dibanding roti dari tepung terigu biasa. Inilah momentum yang tepat untuk kita menyelinap ke pasar tersebut. Kami optimis dengan kandungan nutrisi yang lebih baik dari tepung gandum dan sedikit sosialisasi kami dapat menjadikan roti berbahan dasar tepung liangka akan menjadi barang pengganti bagi roti berbahan dasar gandum. Sehingga roti berbahan dasar tepung liangka ini dapat menjadi terobosan baru dalam industri roti di Indonesia.

1.2 Penawaran Pasar

Untuk saat ini sebagaimana telah kami jelaskan diatas, bahwa kami belum dapat memulai memproduksi. Hal itu disebabkan belum memadainya sumber modal yang digunakan untuk dapat beroperasi secara teknis memproduksi produk.

1.3    Peluang Pasar

Gambaran yang kami miliki sejauh ini mengenai peluang permintaan yang akan diperoleh, dengan terdapatnya penawaran produk sebesar 100 % dari total permintaan  pasar yang ada, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya peluang yang dapat kami peroleh untuk jenis produk ini adalah 100 %, hal tersebut dapat dilihat dengan adanya kecenderungan meningkatnya permintaan pangan oleh penduduk Indonesia yang terus semakin meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk setiap tahunnya, selain itu mulai berubahnya gaya hidup masyarakat Indonesia yang berkiblat kebarat – baratan akibat efek dari globalisasi, sehingga roti memiliki peluang yang besar dalam mengisi perubahan karakteristik dalam konsumsi pangan masyarakat Indonesia.

1.4   Strategi Penjualan

Di sini kami menerapkan beberapa strategi yang kami anggap cukup tangguh untuk dapat memasuki pasar persaingan produk-produk olahan, strateginya adalah sebagai berikut :

  • Kami akan mencetak brosur-brosur dengan tampilan dan design yang menarik yang bisa kami promosikan melalui instansi, warung-warung, pertemuan arisan, kost-kostan dan lainnya. Prinsipnya adalah semakin banyak orang yang mengenal produk kami akan sangat membantu dalam pemasaran.
  • Kami akan membuat kerjasama dengan toko roti atau katering untuk menambahkan produk kami dalam menu jajanan mereka.
  • Kami akan bekerjasama dengan warung burjo atau instansi untuk menjualkan produk kami dengan sistem konsinyasi.
  • Kami juga menggunakan teori marketing lama yang terbukti efsien yaitu viral marketing atau getok tular. Prinsipnya adalah pemasaran dari mulut ke mulut. Dengan adanya managemen quality control maka kami dapat memastikan bahwa produk kami dapat memuaskan pelanggan, yang nantinya secara otomatis pelanggan akan menyebarluaskan produk kami dengan senang hati, tanpa kami harus mengeluarkan biaya tambahan guna keperluan promosi dan publikasi produk kami.

1.5       Strategi Pemasaran                                

Beberapa pendekatan/ alternatif dalam pemasaran roti liangka ialah sebagai berikut:

Pendekatan Produksi

Produksi sebanyak mungkin pada tingkat harga terendah yang memungkinkan ( biaya minimum per unit output dan output maksimum per unit input), terjadi pada saat permintaan lebih tinggi daripada pasokan. Olahan tepung biji nangka dapat dijadikan aneka macam makanan, kami menspesialisasikan olahan tepung yang akan dibuat yaitu roti tepung biji nangka atau yang kami menamainya roti liangka. Pendekatan produksi disini ialah kami menjual roti tawar dengan menekan biaya produksi dan memaksimumkan harga produk saat permintaan aneka macam jenis roti tawar dipasar lebih tinggi dibandingkan pasokan normal.

            Pendekatan Produk

Membuat produk kualitas tinggi yaitu roti liangka yang berbahan dasar tepung dari biji nangka dan konsumen akan datang kepada produsen dan bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi. Olahan tepung biji nangka ini sekiranya memberi nilai ekonomis dan kualitasnya ditingkatkan dibandingkan dengan roti tawar yang sudah ada di pasaran. Kualitas tersebut dapat  dilihat dari berbagai aspek : aspek kesehatan, keamanan, ketahanan produk, dll.

            Pendekatan Penjualan

Produk membutuhkan upaya penjualan yang kuat agar konsumen membelinya dan memberikan kepercayaan mereka untuk mengkonsumsi roti Liangka sebagai panganan pengganti. Nangka di Indonesia pada umumnya hanya digunakan sebagai pencuci mulut dan sayuran, tentu saja limbah yang dihasilkan yaitu biji nangka membuat kami mengkreasikannya menjadi tepung dan selanjutnya sebagai roti tawar jenis baru. Roti Liangka ini tentu saja memiliki jangka waktu ketahanan untuk dikonsumsi jadi kami pada saat awal hanya memproduksi sedikit saja. Namun seiring berjalannya waktu jika antusiasme masyarakat dalam mengkonsumsi roti ini meningkat, kami akan menambah jumlah volume produksi.

1.6 Segmentasi Pasar

Dalam hal penentuan kelompok pembeli (segmen pasar) kami berusaha mengidentifikasi beberapa segmen dalam  pasarnya dan menerapkan bauran pemasaran yang berbeda untuk setiap segmennya. Segementasi pasar kami di daerah Bandung dan sekitar Jawa Barat. Untuk target kelompok pembeli yang akan kami usung bermacam-macam  yaitu : toko roti, mahasiswa, rumah tangga,  dan perkantoran. Sasaran utama kami dalam  menjual produk roti Liangka ini terutama pada toko roti dan masyarakat pada umumnya. Pada saat ini masyarakat sangat membutuhkan variasi pangan yang dapat memberikan cita rasa tersendiri karena mereka biasanya membutuhkan roti tawar sebagai sarapan  pagi ataupun di rumah-rumah untuk acara santai keluarga, hajatan keluarga, dsb.

 

1.7 Strategi Penetapan Harga

Dalam menentukan harga dari roti Liangka ini, produsen harus menimbang harga dasar dari biji nangka untuk dibuat sebagai tepung karena buah nangka ini sebagai tanaman tropis saat ini cukup mengalami permintaan yang tinggi.

Dalam menentukan harga dari roti Liangka, produsen harus menimbang harga dasar buah nangka karena buah nangka ini sifat komoditasnya musiman dan harga berfluktuasi (tidak tetap alias naik-turun). Harga bahan baku sangat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga jual produk kami. Penentuan harga jual juga dipengaruhi biaya produksi yang diperlukan untuk proses pembuatannya. Karena usaha pengolahan biji nangka ini baru kami rintis dan agar konsumen mengetahui produk kami serta tertarik untuk membelinya maka awalnya kami akan coba memberikan harga promosi, dengan demikian kami dapat melihat seberapa permintaan pasar dan dapat menentukan berapa pasokan yang akan dijual. Dengan harga Rp3.000,00 per buah. Setelah itu, harga jual yang ditetapkan agaknya relatif terjangkau oleh masyarakat, dikarenakan proses pembuatannya yang relatif sederhana dan dalam proses pengolahannya membutuhkan bahan-bahan yang harganya tidak terlalu mahal. Tidak adanya pesaing di daerah Bandung membuat kami dapat menentukan harga. Namun kami tidak akan mematok harga terlalu tinggi karena produk kami merupakan produk baru dan pada saat awal ini kami ingin masyarakat terlebih dahulu mengenal produk kami melalui keterjangkauan harga.

 

 

1.8 Strategi Promosi

  • Mencetak brosur-brosur dalam kertas biasa saja yang bisa di sebarkan melalui instansi, warung-warung, pertemuan arisan, kost-kostan dan lainnya. Prinsipnya adalah semakin banyak orang yang mengenal produk anda akan sangat membantu dalam pemasaran.
  • Anda bisa membuat kerjasama dengan toko roti yang sudah ada untuk membantu memperkenalkan produk anda.
  • Anda bisa gunakan teori marketing lama yang terbukti efsien yaitu viral marketing atau getok tular. Prinsipnya adalah pemasaran dari mulut ke mulut. Pastikan produk anda memuaskan pelanggan anda otomatis mereka akan menyebarluaskan produk anda dengan senang hati.
  • Yang terakhir, wadah yang paling potensial agar produk olahan tepung biji nangka ini dapat diketahui oleh seluruh orang Indonesia bahkan dunia ialah internet. Dengan membuat sebuah blog yang berisikan konten tentang roti tawar dan segala informasinya yang terkait lalu dipublikasikan melalui internet seperti lewat google, yahoo, blogspot, dll.
  • Sesuai dengan anggaran dana yang telah kami lampirkan di anggaran biaya program yaitu senesar Rp200.000,00.

 

2.      Aspek Produksi

Aspek produksi menjadi hal yang penting dalam pengembangan usaha ini, sehingga dapat memproduksi dengan optimal  untuk memenuhi keinginan pemesanan, peningkatan kualitas dan juga efisiensi produksi yang akan menentukan biaya dari pembuatan produk ini.

Guna mendukung  rencana pengembangan produksi maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, yaitu : (1) Persiapan Tata Letak (Lay Out) dengan tambahan mesin baru, penambahan tingkat persediaan bahan baku, dan barang jadi.(2) tata cara pemenuhan bahan baku, (3) penanganan hasil produksi. Dalam uraian berikut akan dijelaskan perincian dari persiapan yang harus dilakukan.

2.1  Persiapan Tata Letak (Lay out)

Tempat produksi kami tidak terlalu luas, karena tempat untuk membuat tepung biji nangka tidak memerlukan tempat yang terlalu banyak. Dengan luas 48 M².  Cukup memungkinkan untuk peralatan yang dibutuhkan berupa komporgas, alat penumbuk atau belender dan yang lainnya. Begitu juga untuk penyimpananbahan baku produksi dapat dilakukan dengan penyompanan di ruangan lain, dikarenakan industri rumah tangga ini masih dilakukan di rumah salah satu warga. Sedangkan proses untuk penjemuran biji nangka dapat dilakukan di teras depan rumah warga.

Sedangkan show room kami berukuran 36 M2, yang diorientasikan untuk proses transaksi dan pemajangan hasilkreasi kami dan di dekat pintu keluar dapat menyimpan komputer yang membantu dalam proses penyimpanan data perusahaan dan transaksi. Di mana terdapat 3 mtoilet dan 4 m2sebagai tempat beristirahat untuk staf – staf perkerja. Di mana show room ini dilengkapi dengan 10 m2 tempat parkir untuk staf dan untuk konsumen – konsumen.

2.2  Pemenuhan Bahan Baku

Bahan baku yang diperlukan cukup memadai. Namun untuk pemenuhan bahan baku sendiri, kami telah mensurvey apa yang kami butuhkan. Untuk bahan baku proses produksi itu sendiri, sebagai produksi pokok diperlukan bahan-bahan seperti : biji nangka. Kriterianya, biji nangka yang berbentuk lonjong, masih segar dan tidak busuk. Biji nangka yang akan dibuat tepung dipilih yang masih baru dan tua. Yang masih baru belum ada yang bau maupun busuk. Biji nangka yang dipilih yang utuh, tidak tergores ataupun teriris, jadi biji nangka yang putih jika dikupas tidak kehitam-hitaman. Biasanya biji nangka Biji nangka dapat dijumpai sepanjang musim, tetapi pada waktu tertentu biji nangka sangat melimpah. Biji nangka ini kami dapatkan dari perusahaan pengelolaan kripik nangka dan manisan nangka karena perusahaan tersebut membuang biji nangka yang sebenarnya dapat kami olah. Selain dari bahan utama tersebut ada ragi instant, susu bubuk, garam, kuning telur, putih telur, gula pasir, air, mentega.

Metode pelaksanaan program

Program kegiatan ini akan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu :

  • Tahap persiapan

Sebelum program dilaksanakan, dilakukan terlebih dahulu persiapan yang menunjang kelancaran program, seperti pencarian data informasi mengenai perkembangan tanaman nangka baik melalui literatur, informasi pasar, penyiapan sarana dan prasarana yang dibutukan untuk produksi.

  • Tahap produksi

Pada tahap ini, biji nangka yang telah diolah menjadi tepung biji nangka akan diolah menjadi produk makanan  yang bernilai tambah, yaitu roti.

  • Tahap pemasaran

Tahap pemasaran ini meliputi promosi produk melalui pamflet, serta mempromosikannya ke bakery, pasar-pasar terdekat, swalayan, maupun toko-toko makanan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s